Di era digital, proses belajar tidak lagi identik dengan ruang kelas, kurikulum baku, atau jadwal tertentu. Teknologi mengubah cara manusia memahami dunia. Kini siapa pun dapat belajar dari mana saja, kapan saja, tentang apa saja. Platform pendidikan terbuka, video pembelajaran, artikel mendalam, dan forum diskusi memberi akses pengetahuan yang sebelumnya hanya bisa dijangkau melalui jalur formal. Perubahan ini membuka kesempatan yang sangat besar: kemampuan mengejar ketertarikan pribadi tanpa batas struktural. Namun, kemudahan akses juga menimbulkan tantangan baru. Banyak orang kewalahan oleh banjir informasi. Terlalu banyak sumber membuat fokus buyar, dan pengetahuan yang diperoleh cenderung dangkal. Kita tahu banyak hal secara potong-potong, tetapi jarang benar-benar memahami satu hal secara mendalam. Di saat seperti ini, belajar mudah berubah menjadi sekadar konsumsi cepat, bukan eksplorasi. Akibatnya, pemahaman yang terbentuk rapuh dan mudah goyah ketika dihadapkan pada masalah nyata.
Rasa ingin tahu memiliki peran penting sebagai fondasi pembelajaran sejati. Ia bukan hanya dorongan untuk tahu lebih banyak, tetapi keinginan untuk memahami alasan, hubungan, dan konsekuensi. Rasa ingin tahu membuat seseorang bertanya: kenapa ini terjadi, bagaimana sesuatu bekerja, dan apa dampaknya. Dalam dunia serba ...